Google
Showing posts with label Makalah Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Makalah Psikologi. Show all posts

Thursday, March 29, 2012

Pengertian Psikoterapi dan Jenis Psikoterapi | Makalah

Banyak definisi yang dikemukakan oleh para ahli. Antara lain yaitu bahwa psikoterapi adalah terapi atau pengobatan yang menggunakan cara-cara psikologik, dilakukan oleh seseorang yang terlatih khusus, yang menjalin hubungan kerjasama secara profesional dengan seorang pasien dengan tujuan untuk menghilangkan, mengubah atau menghambat gejala-gejala dan penderitaan akibat penyakit. Definisi yang lain yaitu bahwa psikoterapi adalah cara-cara atau pendekatan yang menggunakan teknik-teknik psikologik untuk menghadapi ketidakserasian atau gangguan mental.
Psikoterapi disebut sebagai pengobatan, karena merupakan suatu bentuk intervensi, dengan berbagai macam cara dan metode - yang bersifat psikologik - untuk tujuan yang telah disebutkan di atas, sehingga psikoterapi merupakan salah satu bentuk terapi atau pengobatan disamping bentuk-bentuk lainnya dalam ilmu kedokteran jiwa khususnya, dan ilmu kedokteran pada umumnya.  
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, talking cures telah digunakan orang sejak berabad yang lalu. Misalnya, Soranus dari Ephesus, seorang dokter pada abad pertama Masehi, menggunakan percakapan atau pembicaraan untuk pasien-pasiennya dan mengubah ide-ide yang irasional dari pasien depresi. Kini, dalam terapi kognitif (salah satu jenis psikoterapi), terapis menelusuri cara berpikir yang irasional pada pasien-pasien depresi dan membimbing mereka agar kemudian dapat mengatasinya sendiri.
Bermula dari Sigmund Freud, pada akhir abad ke-sembilanbelas, yang memaparkan teori psikoanalisisnya, psikoterapi kian berkembang hingga kini. Teknik dan metode yang dicetuskan oleh Freud dapat dikatakan merupakan dasar dari psikoterapi, yang tampaknya, dalam praktek sehari-hari masih tetap digunakan sebagai dasar, apa pun teori yang dianut atau menjadi landasan atau pegangan bagi seseorang yang melakukan psikoterapi .

 Jenis - Jenis Psikoterapi
A. Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, psikoterapi dibedakan atas:
1 Psikoterapi Suportif:
Tujuan:
- Mendukung funksi-funksi ego, atau memperkuat mekanisme defensi yang ada
- Memperluas mekanisme pengendalian yang dimiliki dengan yang baru dan lebih baik.
- Perbaikan ke suatu keadaan keseimbangan yang lebih adaptif.
Cara atau pendekatan: bimbingan, reassurance, katarsis emosional, hipnosis, desensitisasi, eksternalisasi minat, manipulasi lingkungan, terapi kelompok.
2  Psikoterapi Reedukatif:
Tujuan:
Mengubah pola perilaku dengan meniadakan kebiasaan (habits) tertentu dan membentuk kebiasaan yang lebih menguntungkan.
Cara atau pendekatan: Terapi perilaku, terapi kelompok, terapi keluarga, psikodrama, dll.
3. Psikoterapi Rekonstruktif:
Tujuan :
Dicapainya tilikan (insight) akan konflik-konflik nirsadar, dengan usaha untuk mencapai perubahan luas struktur kepribadian seseorang.
Cara atau pendekatan: Psikoanalisis klasik dan Neo-Freudian (Adler, Jung, Sullivan, Horney, Reich, Fromm, Kohut, dll.), psikoterapi berorientasi psikoanalitik atau dinamik.

B. Menurut “dalamnya”, psikoterapi terdiri atas: 
1. ”superfisial”, yaitu yang menyentuh hanya kondisi atau proses pada “permukaan”, yang tidak menyentuh hal-hal yang nirsadar atau materi yangdirepresi.
2. “mendalam” (deep), yaitu yang menangani hal atau proses yang tersimpan dalam alam nirsadar atau materi yang direpresi.

C. Menurut teknik yang terutama digunakan, psikoterapi dibagi menurut teknik perubahan yang digunakan, antara lain psikoterapi ventilatif, sugestif, katarsis, ekspresif, operant conditioning, modeling, asosiasi bebas, interpretatif, dll.

D. Menurut konsep teoretis tentang motivasi dan perilaku, psikoterapi dapat dibedakan menjadi: psikoterapi perilaku atau behavioral (kelainan mental-emosional dianggap teratasi bila deviasi perilaku telah dikoreksi); psikoterapi kognitif (problem diatasi dengan mengkoreksi sambungan kognitif automatis yang “keliru”; dan psikoterapi evokatif, analitik, dinamik (membawa ingatan, keinginan, dorongan, ketakutan, dll. yang nirsadar ke dalam kesadaran). Psikoterapi kognitif dan perilaku banyak bersandar pada teori belajar, sedangkan psikoterapi dinamik berdasar pada konsep-konsep psikoanalitik Freud dan pasca-Freud.

E. Menurut setting-nya, psikoterapi terdiri atas psikoterapi individual dan kelompok (terdiri atas terapi marital/pasangan, terapi keluarga, terapi kelompok)
Terapi marital atau pasangan diindikasikan bila ada problem di antara pasangan, misalnya komunikasi, persepsi,dll. Terapi keluarga, dilakukan bila struktur dan fungsi dalam suatu keluarga tidak berjalan sebagaimana mestinya. Bila salah satu anggota keluarga mengalami gangguan jiwa, akan mempengaruhi keadaan dan interaksi dalam keluarga dan sebaliknya, keadaan keluarga akan mempengaruhi gangguan serta prognosis pasien. Untuk itu seluruh anggota keluarga diwajibkan hadir pada setiap sesi terapi. Terapi kelompok, dilakukan terhadap sekelompok pasien (misalnya enam atau delapan orang), oleh satu atau dua orang terapis. Metode dan caranya bervariasi; ada yang suportif dan bersifat edukasi, ada yang interpretatif dan analitik. Kelompok ini dapat terdiri atas pasien-pasien dengan gangguan yang berbeda, atau dengan problem yang sama, misalnya gangguan makan, penyalahgunaan zat, dll. Diharapkan mereka dapat saling memberikan dukungan dan harapan serta dapat belajar tentang cara baru mengatasi problem yang dihadapi.

F. Menurut nama pembuat teori atau perintis metode psikoterapeutiknya, psikoterapi dibagi menjadi psikoanalisis Freudian, analisis Jungian, analisis transaksional Eric Berne, terapi rasional-emotif Albert Ellis, konseling non-direktif Rogers, terapi Gestalt dari Fritz Perls, logoterapi Viktor Frankl, dll.

G. Menurut teknik tambahan khusus yang digabung dengan psikoterapi, misalnya narkoterapi, hypnoterapi, terapi musik, psikodrama, terapi permainan dan peragaan (play therapy), psikoterapi religius, dan latihan meditasi.

H. Yang belum disebutkan dalam pembagian di atas namun akhir-akhir ini banyak dipakai antara lain: konseling, terapi interpersonal, intervensi krisis.

Description: Pengertian Psikoterapi dan Jenis Psikoterapi | Makalah
Rating: 5
Reviewer: 1020 ulasan
Item Reviewed: Pengertian Psikoterapi dan Jenis Psikoterapi | Makalah

Wednesday, March 28, 2012

Tugas Guru Bimbingan dan Konseling | Bahan Makalah

Adapun tugas dari guru Bimbingan dan Konseling adalah sebagai berikut:

A. Melaksanakan Layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah.

Dalam pelaksanaannya di sekolah, bimbingan dan konseling memiliki keharusan minimal dalam layanan Bimbingan dan Konseling dengan bentuk-bentuk layanannya adalah:

1. Orientasi

2. Pengumpulan data siswa

3. Pemberian Informasi atau bimbingan

4. Penempatan dan penyaluran (kelas, penjurusan, kelompok-kelompok khusus)

5. Konseling

6. Hubungan Masyarakat

Pelaksanaan layanan tersebut juga memiliki bidang-bidang layanan khusus, yaitu:

1. Layanan Bimbingan Pribadi

2. Layanan Bimbingan Sosial

3. Layanan Bimbingan Karir dan Lain Lain

Pelaksanaan layanan dapat dilaksanakan secara individu (Bimbingan Individu) atau kelompok (Bimbingan Kelompok)

B. Melaksanakan Administrasi Bimbingan dan Konseling

Pelaksanaan Program layanan bimbingan dan konseling disekolah meuntut sarana penunjang yang cukup memadai, yaitu:

        Sarana Personil
        Sarana Meteriil , yaitu

a. Sarana Fisik

b. Sarana Teknis

Adapun mekanisme administrasi dalam Bimbingan dan Konseling adalah:

    Pencacatan data pribadi siswa (dengan angket) yang kemudian dihimpun dalam

buku pribadi (cumulative record) secara teratur dan sistematis.

    Membuat catatan kejadian siswa (catatan anekdot) tentang tingkah laku siswa dalam kelas selama proses belajar mengajar yang dibuat oleh guru bidang studi yang kemudian dihimpun dalam bentuk observasi mingguan.
    Melaksanakan studi kasus atau analisis buku pribadi siswa oleh konselor.
    Mengolah data hasil sosiometri yang berupa sosiogram yang dibuat oleh wali kelas kemudian dimasukan ke dalam buku pribadi siswa sebagai salah satu bahan studi kasus.
    Mengolah data hasil wawancara, daftar presensi, daftar nilai raport (legger) yang dibuat oleh wali kelas kemudian dimasukan dalam kartu pribadi siswa.
    Mengolah data hasil kunjungan rumah (home visit) yang diselenggarakan oleh wali kelas yang kemudian dihimpun dalam catatan pribadi siswa.
    Mengolah hasil pemeriksaan dari petugas khusus (Psikiater, Tester, Petugas Kesehatan) yang kemudian dihimpun dalam buku pribadi siswa.
    Membuat laporan bulanan, semester, dan tahunan.
    Data-data, informasi yang berasal dari berbagai sumber dan telah dikumpulkan dalam buku pribadi, hendaknya diperiksa oleh Kepala Sekolah, sehingga terwujud kerjasama antara semua staff dalam mempelajari buku pribadi siswa serta menemukan dan memecahkan berbagai kasus yang dihadapi oleh para siswa.

C. Melaksanakan kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling.

Dalam pelaksanaannya, ada beberapa kegiatan pendukung, dalam hal ini hasil dari kegiatan pendukung ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam melaksanakan bimbingan dan konseling terhadap klien (individu). Beberapa dari kegiatan pendukung itu adalah:

1. Tes Psikotest (Tes Bakat Minat)

2. Tes Skolastik,

3. dan lain lain
Description: Tugas Guru Bimbingan dan Konseling | Bahan Makalah
Rating: 5
Reviewer: 1020 ulasan
Item Reviewed: Tugas Guru Bimbingan dan Konseling | Bahan Makalah

Tuesday, July 5, 2011

Contoh Makalah | Kata Pengantar Makalah

 Buat Teman - teman yang sedang mencari contoh Kata Pengantar Makalah yang baik, berikut ini kami posting buat kalian.

 KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Pengaruh Lokasi Produksi Terhadap Harga Produksi. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Teori Ekonomi Mikro.
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.


Pangkep, Juli 2011


Penyusun    
    
Description: Contoh Makalah | Kata Pengantar Makalah
Rating: 5
Reviewer: 1020 ulasan
Item Reviewed: Contoh Makalah | Kata Pengantar Makalah

Monday, June 13, 2011

Makalah Psikologi Tentang Moral Remaja

Makalah merupakan salah satu bentuk bukti siswa atau pelajar bahwa mereka belajar mempelajari apa yang mereka jalani di luar sekolah atau kampus, makalah biasanya menjadi tugas tersendiri khususunya para mahasiswa untuk menunjang nilai tambah
Makalah Psikologi Tentang Moral Remaja ini dapat anda download disini sebagai contoh buat kalian. semoga bermanfaat  Klik untuk download Makalah Psikologi Tentang Moral Remaja




sumber : niamblog.co.cc
Description: Makalah Psikologi Tentang Moral Remaja
Rating: 5
Reviewer: 1020 ulasan
Item Reviewed: Makalah Psikologi Tentang Moral Remaja

Crew Skater FM

You Follow , I Follow

My Friend