Google

Jumat, 13 April 2012

Apakah Reformasi Pendidikan Suatu Keharusan | Bahan Makalah

Reformasi pendidikan ditujukan untuk meningkatkan komitmen dan kemampuan guru dan murid untuk mencapai prestasi pendidikan sebagaimana diharapkan. Dengan reformasi pendidikan dimaksudkan untuk mengembangkan struktur dan kondisi yang memungkinkan munculnya komitmen dan kemampuan tersebut di atas. Oleh karena itu, reformasi yang dilakukan harus mencakup tiga aspek dalam pendidikan: aspek organisasi dan kultur sekolah, aspek pekerjaan guru dan aspek interaksi sekolah dan masyarakat.

Dominasi birokrasi dan kontrol politik yang berlebih-lebihan dari pusat atas sekolah dan proses belajar-mengajar melahirkan organisasi dan kultur sekolah yang tidak mendukung proses pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas. Organisasi sekolah yang bersifat birokratis sentralistis cenderung menimbulkan rigiditas dalam proses pendidikan, karena pendidikan diperlakukan secara klasikal dan mekanistis sebagai suatu industri yang bisa dilaksanakan dengan instruksi dari pusat. Birokrasi dan sentralisasi dalam pendidikan telah menimbulkan kultur birokratis di lingkungan sekolah. Kepala sekolah lebih setia berkorban bagi pejabat atasannya dari pada memperjuangkan nasib para guru. Demikian pula guru lebih patuh mengikuti pendapat kepala sekolah dari pada memperjuangkan nasib peserta didiknya. Organisasi sekolah yang bersifat birokratis sentralistis dan kultur sekolah otoriter birokratis telah gagal melaksanakan transmisi pengetahuan, sikap dan pola pikir peserta didik untuk mengantisipasi baik dalam dunia kerja maupun dalam dunia perguruan tinggi.

Oleh karena itu, organisasi sekolah perlu direformasikan ke dalam organisasi sekolah yang mendasarkan school-based management atau site-specific solutions agar muncul berkembangnya budaya dialog profesional di lingkungan sekolah-sekolah.
Organisasi sekolah yang berwajah lokal dalam kegiatannya senderung senantiasa mendasarkan pada consensus lewat dialog dan diskusi yang terbuka dan seimbang. Dalam kaitan ini, jabatan kepala sekolah yang selama ini ditunjukkan oleh pemerintah perlu diganti dengan kepala sekolah yang mungkinkan sekolah sebagai suatu lembaga yang relatif otonom dari kekuatan politik. Kerja kepala sekolah beserta staf administrasi merupakan tim yang demokratis jika orang tua murid dilibatkan dalam pelaksanaan pendidikan sebagai anggota bukan sebagai klien. Guru akan dapat mengajar dengan lebih baik dan peserta didik akan dapat belajar di sekolah lebih baik pula apabila kepala sekolah bertindak sebagai seorang pemimpin pendidik daripada sebagai manajer. Begitu pula proses belajar-mengajar akan lebih "bergairah dan hidup" apabila kultur sekolah demokratis dengan mengundang partisipasi dari segenap warga sekolah.

Organisasi dan kultur sekolah sebagaimana dikemukakan di atas cenderung mengembangkan kerja guru tidak semata-mata sebagai kerja individu melainkan sebagai 'kerja tim, yang memiliki berbagai tugas yang harus dikerjakan bersama. Banyak bukti menunjukkan bahwa sekolah-sekolah akan dapat berjalan dengan lebih baik apabila guru-guru diorganisir dalam suatu tim yang masing-masing anggota memiliki peran yang sederajat, otonom, saling menghormati, dan saling membantu, dari pada guru diorganisir berdasarkan pada otoritas yang bersifat hirarkhis. Bentuk kerja tim akan merupakan suatu keluarga yang satu sama lain memiliki hubungan yang akrab dan masing-masing saling membantu bekerjasama untuk mencapai keberhasilan bagi kesemuanya. Di antara anggota keluarga memiliki pemahaman yang mendalam satu sama lain, sehingga interaksi dan dialog menjadi bersifat alami.

Diibaratkan keluarga yang demokratis, sebagai orang tua guru dilihat sebagai pemegang dan penjaga nilai-nilai yang diperlukan bagi kehidupan keluarga tersebut, lewat mata pelajaran yang disampaikan dan interaksi dialog. Interaksi sebagai seorang guru tetap dijaga dalam sekolah yang demokratis. Guru memiliki kebebasan akademik untuk mencari dan mengkaji pengetahuan yang akan disampaikan kepada peserta didik. Demikian pula, guru sebagai orang tua dalam keluarga memiliki wewenang untuk menganulir keputusan yang bertentangan dengan demokrasi.
Description: Apakah Reformasi Pendidikan Suatu Keharusan | Bahan Makalah
Rating: 5
Reviewer: 1020 ulasan
Item Reviewed: Apakah Reformasi Pendidikan Suatu Keharusan | Bahan Makalah

Play Game Berhadiah

Categories

12BET (1) 7 Icon (1) Add Bookmark (1) Agen Bola (4) Agen Bola Terbaik (2) Alisia Rininta (1) Android Application (2) Angela Tee (1) Angry Birds (1) Anti Rasisme EURO 2012 (2) App Store (1) Artikel (35) Artikel Blog (14) Artkel (5) Bandeng (1) BERTARUH DI 12BET (1) Betwin188.com (1) Betwin188.com Agen Bola (1) Bisa Ular (1) Blog (3) Blog Handphone (2) Blog Mobile (1) Bola Terbaik (1) Buku (1) cat (1) Cheat (1) Cinta (1) Creating History Together (1) Daftar Google+ (1) Didi Game (1) Dokter (1) Download (20) Dukung Anti Rasisme (1) EURO 2012 (8) Facebook Chat Emoticon (1) Friv (1) Fruit (1) Game (2) Game Online (1) Gerhana Bulan (1) Google (1) Google Plus (1) Google+ (2) Health (5) Hipnotis Blogging Contest (1) Hutan Mangrove (1) Ikan Nila (2) Indonesia (4) Jantung (1) Keputusan Administratif (1) Kesehatan (1) Kloroform (1) Love (1) Lyrics (1) Makalah (37) Makalah Ekonomi (7) Makalah Kesehatan (12) Makalah Pendidikan (5) Makalah Psikologi (4) Makalah Sosial (1) Mari Berkomunitas Di Faceblog (1) Maros (1) Mp3 (17) Musik (2) Nikotin (1) Omega (1) Online (1) Pangkep (6) Pemerintahan (1) Pendidikan (3) Pengertian Kloroform (1) Penghasilan (1) Penyiaran (1) Planking (1) Playboy (1) Point Blank (1) Polandia (1) Profil (1) Radio (8) Radio Pangkep (1) Radio Streaming Murah (1) Rakom (1) Rambu Solo (1) Restaurant Jakarta Food Delivery (1) Rokok (1) Sagging Breasts (1) Seesmic (1) Selayar (1) Serangga Tomcat (1) Sexual (4) Super Mario Bross (1) Taylor Swift (1) Tips (8) Tomcat (1) Tourism (5) Tune Up (2) Uang (2) UEFA EURO 2012 (2) Ular (1) Wap Blog (1) Warsawa (1) Worl Cup 2014 (1) Zat Goitrogenik (1)

Crew Skater FM

You Follow , I Follow

My Friend